
Isra Mi'raj dan Imlek
Libur panjang seringkali menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang, baik untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, maupun untuk berwisata. Dua libur panjang yang cukup dikenal di Indonesia adalah Isra Mi’raj dan Imlek. Kedua hari besar ini, meskipun berasal dari latar belakang agama dan budaya yang berbeda, tetap memiliki makna yang dalam dan dihormati oleh banyak orang. Bagi sebagian besar umat Islam, Isra Mi’raj merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, sedangkan Imlek adalah perayaan Tahun Baru bagi masyarakat Tionghoa yang kaya akan tradisi dan budaya.
Artikel ini akan mengulas tentang libur panjang Isra Mi’raj dan Imlek, makna, sejarah, serta berbagai kegiatan yang bisa dilakukan selama liburan tersebut.
1. Isra Mi’raj: Makna dan Sejarah
Isra Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW pada sekitar tahun 621 Masehi. Peristiwa ini terdiri dari dua bagian besar, yaitu Isra dan Mi’raj. Isra merujuk pada perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem dengan menggunakan kendaraan yang disebut Buraq. Setelah itu, Mi’raj merujuk pada perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa ke langit, tempat beliau menerima wahyu langsung dari Allah SWT, termasuk kewajiban shalat lima waktu.
Isra Mi’raj dianggap sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, karena di dalamnya terkandung pesan moral dan spiritual yang sangat mendalam. Selain itu, Isra Mi’raj juga merupakan momen dimana umat Islam diajarkan tentang pentingnya shalat sebagai tiang agama dan cara mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Di Indonesia, Libur Isra Mi’raj sering jatuh pada tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriyah, yang biasanya diperingati dengan kegiatan keagamaan seperti shalat sunnah, pengajian, dan dzikir. Selain itu, peringatan Isra Mi’raj juga sering kali diwarnai dengan ceramah agama yang menjelaskan tentang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dan makna dari shalat sebagai bentuk ibadah yang paling utama.
2. Imlek: Sejarah dan Tradisi
Imlek, atau Tahun Baru Imlek, adalah perayaan yang dirayakan oleh masyarakat Tionghoa untuk menyambut tahun baru berdasarkan penanggalan lunar. Dalam kalender Tionghoa, setiap tahun diwakili oleh salah satu dari dua belas shio (zodiak), dan Imlek menandai pergantian dari satu tahun ke tahun berikutnya. Biasanya, perayaan ini jatuh antara akhir Januari dan awal Februari, tergantung pada siklus bulan.
Imlek adalah waktu untuk berkumpul dengan keluarga, membersihkan rumah untuk mengusir nasib buruk, dan mengundang keberuntungan dan kebahagiaan di tahun yang baru. Beberapa tradisi yang sering dilakukan saat Imlek antara lain makan bersama keluarga, memberikan angpau (amplop merah berisi uang) kepada anak-anak atau orang yang lebih muda, serta menghias rumah dengan ornamen berwarna merah yang dianggap membawa keberuntungan. Di Indonesia, Imlek juga diperingati dengan berbagai acara budaya seperti tarian barongsai, pertunjukan liong, dan pesta makanan khas Tionghoa.
Imlek bukan hanya dirayakan oleh masyarakat Tionghoa, tetapi juga semakin banyak dikenal oleh masyarakat umum, terutama di kota-kota besar. Seiring dengan perkembangan zaman, Imlek juga telah menjadi bagian dari keanekaragaman budaya Indonesia, di mana masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan etnis turut merayakan kebersamaan dan saling berbagi kebahagiaan.

3. Libur Panjang: Momen untuk Beristirahat dan Bersama Keluarga
Libur panjang yang disebabkan oleh perayaan Isra Mi’raj dan Imlek memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk beristirahat sejenak dari rutinitas harian. Ini adalah waktu yang tepat untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga, teman, atau orang-orang tercinta. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan selama libur panjang Isra Mi’raj dan Imlek adalah:
a. Berlibur ke Destinasi Wisata
Libur panjang memberikan waktu yang cukup bagi banyak orang untuk pergi berwisata, baik itu wisata alam, budaya, atau religi. Beberapa destinasi wisata yang dapat dikunjungi selama liburan Isra Mi’raj dan Imlek antara lain:
- Wisata Religi: Bagi umat Islam, libur Isra Mi’raj bisa digunakan untuk mengunjungi masjid-masjid bersejarah, seperti Masjid Istiqlal di Jakarta atau Masjid Agung di Surakarta, untuk melakukan shalat berjamaah dan mengingatkan diri tentang pentingnya ibadah.
- Wisata Alam: Jika Anda ingin menikmati suasana alam, Anda bisa mengunjungi tempat wisata alam seperti Taman Nasional Gunung Bromo, Danau Toba, atau Pantai Kuta Bali untuk melepas penat dan menikmati keindahan alam Indonesia.
- Wisata Budaya: Untuk merasakan budaya yang kaya, Anda bisa mengunjungi tempat-tempat yang menawarkan kekayaan budaya Indonesia, seperti Candi Borobudur, Kraton Yogyakarta, atau Kota Tua Jakarta, yang sering kali menawarkan pengalaman budaya yang menarik.
b. Mengikuti Acara Keagamaan dan Budaya
Selama libur Isra Mi’raj dan Imlek, banyak acara keagamaan dan budaya yang diadakan di berbagai daerah. Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan adalah:
- Peringatan Isra Mi’raj: Umat Islam dapat menghadiri acara pengajian, ceramah, atau shalat berjamaah di masjid-masjid yang mengadakan kegiatan khusus untuk memperingati peristiwa Isra Mi’raj.
- Perayaan Imlek: Bagi masyarakat Tionghoa, Anda bisa mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan atau tempat-tempat yang mengadakan pertunjukan barongsai, liong, atau pameran budaya. Selain itu, menikmati hidangan khas Imlek seperti kue keranjang, lontong, dan makanan laut juga menjadi bagian dari perayaan tersebut.
c. Waktu Bersama Keluarga
Libur panjang juga memberikan kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, terutama setelah rutinitas yang padat. Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan adalah:
- Makan Bersama: Baik saat Isra Mi’raj atau Imlek, makan bersama keluarga menjadi momen yang sangat berharga. Anda bisa menyajikan hidangan khas, seperti nasi kebuli, sate, atau hidangan Tionghoa yang disiapkan khusus untuk menyambut Imlek.
- Berkumpul dengan Sanak Saudara: Liburan panjang adalah saat yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga besar atau teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Ini bisa menjadi waktu untuk berbagi cerita, mengenang kenangan indah, atau sekadar menikmati kebersamaan.
- Menonton Film Keluarga: Setelah makan bersama, Anda bisa menonton film keluarga yang menyenangkan. Beberapa film yang cocok untuk ditonton adalah film religi tentang Isra Mi’raj atau film Tionghoa yang menggambarkan budaya dan tradisi Imlek.
d. Merenung dan Beribadah
Libur panjang Isra Mi’raj adalah momen yang baik untuk merenung dan memperdalam ibadah. Anda bisa melakukan shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, atau berdzikir untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Begitu pula saat Imlek, momen ini dapat digunakan untuk bersyukur atas segala berkah yang telah diterima dan memohon agar tahun yang baru membawa kebahagiaan dan kesuksesan.
Baca Juga : Mimpi Menangis Menurut Islam: Makna, Penafsiran, dan Perspektif Keagamaan